MEDIA BERITA LOKAL Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyindir pihak-pihak yang menyebut saat ini perekonomian Indonesia sudah masuk dalam jurang resesi dan tinggal menunggu kehancuran.
Pernyataan ini disampaikannya Purbaya di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Sidang Kabinet sore ini. Ia bahkan tak segan-segan menyebut pihak atau ekonom yang berpendapat ekonomi nasional sedang buruh ‘aneh’. Sebab menurutnya ekonomi Indonesia saat ini justru sedang mengalami pertumbuhan yang sangat baik.
“Di luar banyak yang bilang kita sudah resesi pak, ekonom-ekonom yang agak aneh bilang kita sudah resesi, tinggal tunggu hancurnya,” kata Purbaya dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan dari sisi suplai, purchasing managers index (PMI) Indonesia pada Februari 2026 kemarin berada di level 53,8. Ini merupakan angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir
“Jadi betul-betul ada perbaikan yang kuat di sektor manufaktur, artinya sisi suplai tumbuh dengan kuat. Ini bukan data dari BPS tapi dari pihak lain yang mengkonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh,”
Lebih lanjut, Purbaya menuturkan Mandiri Spending Index (MSI) yang tetap tinggi pada awal 2026 ini. Hal ini menunjukkan belanja masyarakat tetap tinggi alias resilien.
“MSI itu sekarang di 360,7. Sekarang kita lihat trendnya naik ke atas, itu yang penting. Kita sedang memang mengalami akselerasi,”
Masih belum cukup, Purbaya mengatakan angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Februari 2026 tercatat mencapai 125,2. Angka ini menunjukkan bagaimana daya beli masyarakat mulai membaik.
“Artinya daya beli masyarakat betul-betul baik. Banyak orang bilang kayanya daya beli masyarakat terpukul. Ya kalo yang lagi susah ya susah tetap. Tapi kan kita lihat keadaan umum. Keadaan umum kan ditangkap dari survei indeks kepercayaan konsumen, jadi daya beli masyarakat memang membaik,”


Leave a Reply