ย Kementerian Ekonomi Kreatifย RI secara resmi meluncurkan programย Akselerasi Kreatifย (AKTIF) Subsektorย Film:ย Bootcamp Distribusi dan Promosi Film.
Hari keduaย bootcamp,ย menampilkan sesi Marketingย and Promotion bersama Novi Hanabi, Co-Founder Goodworkย sekaligus Program Manager Jakarta Film Week. Di hadapan 35 peserta dari seluruh Indonesia,ย ia menjelaskan situasi industri film pendek di Indonesia dari sisi distribusi, ruang pemutaran,ย maupunย kebiasaan audiens.
Film pendek menghadapi banyak tantangan yang lebih rumit jika dibandingkan dengan film panjang.
ujar Novi Hanabi
โIndustri untuk film pendek bahkan belum ada, film panjang juga belum benar-benar bisa dibilang industri karena belum punyaย blueprint-nya.โ
Iaย menambahkan, banyak film pendek terjebak dalam komunitas mereka sendiri karena pembuatnya tidak mengambil langkah promosi yang kuat. Karya-karya tersebut sering kali tak sempat dilihat penonton. Padahal visibilitas kunci untuk membuka peluang selanjutnya bagi film maupun karier pembuatnya.
1. Akses Ruang Tayang
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5420750/original/043777200_1763804473-WhatsApp_Image_2025-11-22_at_16.25.51.jpeg)
Dalam sesi diskusi, beberapa pesertaย menguak keadaan sebenarnya di tempat mereka. Ada yang harus menempuh perjalanan laut hingga pesawat hanya untuk menonton film di bioskop. Akses terbatas membuat pemutaran komunitas, kafe, sekolah, hingga layar tancap jadi solusi yang paling memungkinkan.
Novi Hanabi menilai, pembuat film pendek tidak seharusnya bergantung pada bioskop konvensional karena ekosistemnya belum merata. Ia menegaskan pentingnya membuka lebih banyak tempat pemutaran dan memperbanyak titik akses.
โFilm harus ditayangkan sebanyak mungkin, orang-orang harus semudah mungkin bisa mengakses film-film kamu,โ Novi Hanabi menyambung. Dengan akses yang lebih mudah, film pendek dapat menemukan audiensnya sekaligus menciptakan kelompok penonton untuk karya-karya yang akan datang.
2. Festival sebagai Momentum Promosi
Novi Hanabi menekankan, festival adalah langkah penting untuk menguji kualitas film dan membuka kesempatan distribusi. Namun, festival bukanlah titik akhir. Setelahnya film perlu dipasarkan kepada publik melalui pemutaran komunitas, layanan OTT, atau kolaborasi dengan platform lokal.
โTraffic festival itu bisa jadi materi publikasi yang bagus untuk memperkenalkan film kamu kalau terpilih. Tapi setelah itu, apa yang dilakukan? Itu yang sangat penting,โ
Hal ini sejalan dengan misi AKTIF yang memberi kesempatan bagi tiga karya terbaik untuk mendapat fasilitas promosi di JAFF Market dan Asia TV Forum and Market.
3. Regenerasi Komunitas dan Pentingnya Aktivitas Lokal
Banyak komunitas film di daerah menghadapi masalah regenerasi. Antusiasme biasanya tinggi pada tahun pertama dan kedua, tapi merosot di tahun ketiga karena anggota mulai fokus ke pekerjaan, pindah kota, atau tidak punya cukup waktu untuk ikut kegiatan komunitas.
Novi Hanabi mengingatkan, regenerasi tak bisa hanya mengandalkan keberuntungan. Ia menyarankan agar komunitas rutin mengajak siswa SMA atau SMK ikut kegiatan pemutaran,ย workshop, atauย volunteering. โMinimal kalau kita coba 10 kali, kita bisa mendapat satu yang mau ikut,โ


Leave a Reply